Valeria Levitin, Salah Satu Kisah Miris Penderita Anoreksia

Ini adalah kisah Valeria Levitin. Kisah miris seorang wanita yang awalnya terlihat begitu manis dan cantik, namun akhirnya hidupnya hancur karena menderita anoreksia. Dalam beberapa artikel menyebutkan bahwa, Valeria Levitin ingin berbagi kisah hidupnya supaya tidak ada lagi gadis muda yang bernasib sama dengan dirinya. Menurut Valeria “Anorexia” telah membuat hidupnya begitu ‘kesepian’, tidak menarik, dan menjijikan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.

Valeria Levitin saat ini. Dia seperti tinggal tulang berbalut daging karena tubuhnya sudah intolerant terhadap jenis zat makanan tertentu. (Image: Barcoft Media)

Dalam kisah singkat perjalan hidup Valeria Levitin ini, admin ingin juga membagikan kisahnya untuk Anda. Dimana Valeria Levitin ingin sekali bahwa kisah hidupnya bisa dijadikan contoh untuk semua orang, agar mereka tidak bernasib sama seperti apa yang dia alami saat ini.

Menurut admin, kisahnya ini tidak hanya ditujukan untuk para gadis muda yang selalu ingin tampil langsing dan menarik dengan selalu menjalankan diet, tidak juga untuk mereka-mereka yang selalu mencaci dan membuly teman-temannya yang mempunyai bentuk tubuh yang gendut ataupun gemuk, tapi juga untuk para orang tua yang terlalu menuntut pada anaknya untuk bisa sempurna seperti apa yang mereka inginkan. Sooo, inilah kisah singkat wanita penderita anoreksia, Valeria Levitin.

Kisah Hidup Wanita Penderita Anoreksia, Valeria Levitin

Valeria Levitin, awalnya adalah seorang gadis yang sangat cantik kelahiran 1973, di Moscow – Rusia. Namun kini dia lebih dikenal sebagai wanita tertipis dunia. Bagaimana tidak, dengan tinggi sekitar 170 cm lebih beratnya saat ini hanya berkisar 4 st (stone). 1 stone itu sekitar 6,3 kg, jadi kalo 4st itu sekitar 24 sampai 25 kg saja. Dimana idealnya wanita dengan tinggi 170 cm adalah 63 sampai 65 kg.

Ini adalah foto Valeria Levitin saat berusia 11 tahun. Valeria mengatakan bahwa akar dari semuanya ini adalah kebohongan yang selalu dikatakan ibunya tentang kondisi dirinya, dimana sang ibu takut kalo dirinya akan tumbuh menjadi seorang gadis yang gemuk. (Image: Barcoft Media)

Saat ditanya siapa yang paling bersalah atas semua yang dialaminya ini, Valeria enggan menunjuk secara langsung siapa yang bersalah. Tapi menurut Valeria, akar dari semuanya ini adalah kebohongan yang selalu dikatakan ibunya, dimana sang ibu takut kalau Valeria akan tumbuh menjadi seorang gadis yang gemuk seperti para kerabatnya.

” My mother was afraid I would grow up obese like my relatives. For that reason she tried to restrict my eating from a very young age”

” Ibu saya takut kalau saya akan tumbuh menjadi gemuk seperti para kerabatnya. Untuk itu dia berusaha untuk membatasi makan saya sedari umur saya masih sangat muda”

tutur Valeria.

Valeria Levitin menuturkan bahwa sang ibu selalu menuntutnya agar selalu tampak sempurna, bahkan sampai sampai sang Ibu selalu menimbang berat badannya guna memastikan bahwa berat badan Valeria tidak mengalami kenaikan.

Pada umur 16 berat badan Valeria Levitin sekitar 63 kg, dan saat itu dia harus pindah mengikuti orang tuanya ke Chicago Amerika. Kepindahannya tersebut membuatnya harus masuk ke sekolah yang baru. Namun dia sedikit berputus asa apakah dia bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, sehingga ia berfikir untuk menurunkan berat badannya supaya bisa diterima dan disukai.

Valeria Levitin saat berusia 19 tahun. Lihat, betapa cantiknya dia saat liburan di Mexico. Sekarang dia ingin bercerita, bagaimana penyakit anorexia telah merusak hidupnya. (Image: Barcoft Media)

Akibatnya dia membatasi dietnya lebih jauh lagi dengan memotong asupan gula dan karbohidrat. Bahkan, saat teman sekelasnya mengomentari akan sosok Valeria dengan kejam, Valeria bahkan menjadi lebih bertekad untuk semakin menurunkan berat badannya.

Ironi. Dampak dari memotong asupan makanan tertentu yang terlalu lama membuat tubuhnya menjadi intolerant dan tidak bisa memproses zat makanan tertentu. Akibatnya, pada umur 23 berat Valeria Levitin sudah sangat menurun drastis. Ini bisa dilihat dari ukuran baju Valeria yang saat sehat yaitu 12, kini hanya mengenakan baju yang ukuran kecil.

Mendaftar untuk menjadi seorang model membuat situasinya semakin memburuk. Dimana dia dikatakan masih terlalu gemuk untuk menjadi seorang model. Pada usia 24 berat tubuhnya treus melorot, diketahui berat tubuhnya hanya sekitar 6 st atau sekitar 37 kg.

Lihatlah Valeria Levitin sekarang. Bagaimana anorexia telah menghancurkan kehidupannya. Valeria tidak ingin para wanita muda mengalami hal yang sama seperti dirinya. (Image: Barcoft Media)

10 tahun terakhir dia telah mendatangi lebih dari 30 spesialis kesehatan, namun beratnya bahkan terus menurun ke titik yang memprihatinkan, yaitu hanya sekitar 3 st 10 lbs, atau sekitar 24 kg. Banyak makanan harus dihindari karena tubuhnya sudah tidak bisa mentolerir jenis zat tertentu yang terdapat pada makanan. Bahkan Valeria’pun sudah lupa bagaimana rasanya roti dari sejak terakhir dia memakannya.

Penyakitnya juga telah membuat hidupnya yang sangat kesepian. Sendiri selama satu dekade, dan dia mengatakan hubungannya menjadi sulit karena ia tidak mampu untuk melakukan hal-hal normal yang pasangan lakukan, seperti pergi ke restoran.

Sekarang Valeria menyadari bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan jika hanya pergi ke dokter, bahkan spesialispun tidak bisa membuat berat badannya naik. Sekarang, Valeria sering mengkonsumsi suplemen untuk mencegahnya dari memar.

BACA JUGA: FAKTOR PENYEBAB ANOREKSIA

Dan Valeria terpikir untuk bisa kembali ke Moscow, dimana dia merasa akan lebih tenang akan dirinya sendiri jika berada disana. Bahkan menjadi seorang ibu dan memiliki seorang anak lewat Surrogate Mother atau sewa Rahim bisa menjadi pemicu agar dia bisa memiliki kesehatannya kembali. Tapi kemudian dia menuturkan bahwa tidaklah adil jika dia memiliki bayi ketika dirinya sedang sakit.

Saat ini dia hanya ingin cerita dirinya menjadi contoh untuk masyarakat. Agar tidak ada lagi orang-orang yang bernasib sama seperti dirinya. Tapi dia juga kadang merasa miris karena begitu banyak surat yang datang pada dirinya dari wanita-wanita muda yang malah ingin seperti dirinya. Tapi Valeria Levitin bertekad untuk tidak akan mengajarkan wanita-wanita muda tersebut bagaimana untuk mati, karena dia tahu bagaimana rasanya kesepian, tidak menarik, bahkan menjijikan dan dijauhi orang-orang yang ada disekelilingnya.