Mengenal Bahaya Obesitas

Sebelum kita mengenal bahaya Obesitas, sebaiknya kita ketahui dahulu apa itu definisi obesitas, meski banyak sekali yang berpendapat Obesitas adalah keadaan dimana seseorang memiliki berat berlebih dari berat badan normal pada umumnya.

Definisi Obesitas dan Jenis-jenis Penyakit Karena Obesitas

Definisi Obesitas dan Jenis-jenis Penyakit Karena Obesitas
Illustration Image Credit: Central Obesity by FatM1ke, at commons.wikimedia.org/wiki/File:Central_Obesity_008.jpg

Definisi dan Pengertian Obesitas

Berat badan ini terjadi karena tumpukan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan oleh tubuh sehingga memiliki efek buruk pada kesehatan, menyebabkan harapan hidup berkurang dan / atau peningkatan masalah kesehatan, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa saat ini obesitas adalah sebuah masalah global yang serius. WHO memperkirakan pada tahun 2005 saja ada sekitar 1,6 miliar orang dewasa di atas usia 15 tahun yang kelebihan berat badan, 400 juta orang dewasa yang gemuk, dan setidaknya 20 juta anak-anak di bawah usia 5 tahun yang kelebihan berat badan, dan saat ini jumlahnya tentu akan semakin terus bertambah bahkan berkali-kali lipat dari sebelumnya seiring semakin banyaknya orang-orang yang kurang memperhatikan pola makan mereka.

Bahaya Obesitas dan Jenis Penyakit Karena Obesitas

Obesitas merupakan gerbang dari masuknya penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan, bahkan para dokter berpendapat bahwa obesitas dapat menurunkan kualitas hidup. Berikut ini adalah beberapa penyakit berbahaya yang bisa ditimbulkan karena obesitas:

Obesitas Dapat Menyebabkan Penyakit Sendi Osteoarthritis

Orang gemuk memiliki reksiko yang lebih tinggi mengalami osteoarthritis yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada sendi, dan inilah yang sudah ditunjukan dibanyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli dan Dokter mengenai keterkaitan Obesitas dan penyakit Osteoarthritis. Penelitian ini menunjukan bahwa Kelebihan berat badan dapat mengakibatkan kerusakan pada sendi, terutama sendi lutut dan pinggul. Akibatnya, nyeri ini dapat membuat si penderita menjadi lebih sulit untuk bergerak dan olahraga, dan efeknya tentu membuat menjadi malas untuk berolahraga dan berat badan pun semakin sulit untuk diturunkan.

Perlu untuk diketahui, jika seseorang mengalami kelebihan berat badan, maka lemak dalam tubuh akan tinggi dan konsentrasi zat-zat dalam darahpun akan meninggi dan inilah yang menyebabkan peradangan.

Obesitas dapat Meningkatkan Reksiko Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung Koroner

Tingginya kadar kolesterol dan kegemukan merupakan kombinasi berbahaya yang dapat meningkatkan reksiko terkena penyakit jantung koroner. Penderita obesitas mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh atau yang biasa disebut Hiperkolesterolemia karena disebabkan oleh konsumsi kalori yang berlebihan dan makan makanan yang tinggi akan lemak.

Menurut Harvard Medical School, Peningkatan kadar kolesterol darah mungkin merupakan tanda dari lemahnya kinerja kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid merupakan salah satu dari kelenjar endokrin terbesar yang ada pada tubuh manusia. Biasanya kelenjar ini dapat ditemui pada leher bagian depan, posisinya mungkin sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh dalam membakar energi atau mengatur banyak proses metabolisme, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.(WIKIPEDIA). Jadi ketika tiroid ini tidak berfungsi dengan baik, maka tubuh Anda akan mengkonversi lebih sedikit kalori dari makanan yang Anda konsumsi.

Obesitas dapat Menyebabkan Diabetes

Diabetes melitus atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh jumlah insulin yang kurang atau karena kerja insulin yang tidak optimal. Insulin sendiri adalah sejenis hormon yang berasal dari pankreas yang bertugas menormalkan kadar gula dalam darah dengan cara memasukan gula dalam sel sehingga gula berubah menjadi energi. Nah karena kinerja insulin yang kurang atau tidak ada maka kadar gula dalam darah meningkat sehingga terjadilah penyakit diabetes.

Lalu apa kaitannya obesitas dengan diabetes? Para ahli mengatakan bahwa penderita obesitas sebenarnya adalah seseorang yang mengalami pradiabetes. Obesitas merusak sistem metabolisme, serta resistensi insulin akan timbul pada daerah yang mengalami penimbunan lemak sehingga akan menghambat kinerja insulin di jaringan tubuh kinerja insulin dalam memasukan gula ke dalam sel terganggu maka terjadilah penumpukan gula dalam darah (Diabetes). Selain itu diketahui bahwa sekitar 80% dari penderita diabetes diketahui memiliki berat badan berlebih seperti laporan yang berasal dari International Diabetes Foundation (IDF) tahun 2004.

Obesitas Meningkatkan Reksiko Penyakit Kanker

Banyak yang berpendapat dan banyak juga artikel yang menyebutkan bahwa kegemukan atau obesitas dapat menyebabkan penyakit kanker seperti, kanker payudara, kanker kerongkongan, kanker usus, kanker endometrium dan kanker ginjal. Meski demikian, Dokter belum tahu bagaimana berat badan dapat meningkatkan risiko terkena kanker, meskipun ada informasi dari Weight Control Network yang menyebutkan beberapa teori bahwa sel-sel lemak melepaskan hormon yang membantu pertumbuhan sel-sel kanker. Jadi, untuk menghindari hal-hal buruk tersebut terjadi ada baiknya supaya kita tetap menjaga pola makan kita.

Penyakit Lainnya Yang Mungkin Muncul Pada Penderita Obesitas

Orang yang mempunyai berat badan berlebih tentu akan lebih mudah terserang berbagai penyakit berbahaya, beberapa diantaranya mungkin sudah disebutkan diatas, namun ada juga beberapa penyakit yang akan selalu menghantui para penderita obesitas, seperti penyakit kandung empedu, sleep apnea, penyakit gastrointestinal dan bahkan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan. Dan bagi Anda yang sedang hamil maka kelebihan berat badan akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi selama kehamilan.

Semoga informasi singkat mengenai OBESITAS ini dapat sedikit memberikan sedikit wawasan untuk kita semua. Semoga Bermanfaat.