Manfaat Olive Oil Untuk Mengurangi Reksiko Diabetes

Mengkonsumsi Olive Oil atau minyak zaitun dalam jangka panjang dapat mengurangi reksiko diabetes. Itulah info terbaru dari manfaat mengkonsumsi olive oil atau minyak zaitun untuk kesehatan berdasarkan hasil penelitian yang yang dilakukan oleh PREDIMED, dikutip dari Oliveoiltimes.com.

PREDIMED sendiri adalah sebuah tim multidisiplin studi dan kelompok penelitian yang luar biasa terlibat dalam gizi dan risiko kardiovaskular di Spanyol. Terdiri dari 16 kelompok yang tersebar di 7 komunitas mandiri di Spanyol, yang dibentuk oleh para peneliti universitas, dokter rumah sakit, dokter perawatan primer, ahli gizi dan epidemiologi yang bekerja di berbagai lembaga publik.

Penelitian Manfaat Olive Oil Terhadap Pengaruhnya Mengurangi Risiko Diabetes Tipe-2

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa jenis lemak makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi risiko pengembangan diabetes tipe 2. Hasil penelitian PREDIMED menemukan bahwa diet Mediterania yang dilengkapi dengan minyak zaitun extra virgin lebih efektif dalam mengurangi risiko diabetes dibandingkan diet rendah asupan lemak total.

Saat penelitian yang dilakukan di wilayah Mediterania menunjukkan adanya hubungan antara asupan minyak zaitun dan menurunkan risiko diabetes tipe 2, di AS malah tidak ada penelitian sejenis yang dilakukan untuk membahas masalah yang sama, padahal disini konsumsi minyak zaitun jauh lebih rendah daripada di negara-negara Mediterania, menurut sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan dalam edisi Agustus 2015 American Journal of Clinical Nutrition.

Untuk pembelajaran, akhirnya para peneliti dari Harvard Medical School and Brigham dan Rumah Sakit Wanita di AS, dan dua universitas Spanyol – Rovira I Virgili University dan University of Navarra – menguji hipotesis yang mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi minyak zaitun yang lebih tinggi dapat mengurangi reksiko diabetes di Amerika Serikat.

Penelitian ini diikuti oleh 59.930 perawat, berusia antara 37-65 tahun dari kelompok NHS, dan 85.157 perawat berusia 26-45 tahun dari kelompok NHS II, dua kelompok besar Nurse Health Study (NHS) yang sudah berdiri selama 22 tahun. Food frequency questionnaires, diselesaikan oleh perawat setiap empat tahun, dimana mereka menilai asupan makanan diet dari lebih dari 130 jenis makanan, termasuk konsumsi minyak zaitun dalam dua kategori – minyak zaitun sebagai saus salad dan yang ditambahkan ke makanan atau roti.

Pada akhir penelitian, penulis mengidentifikasi 5.738 kasus diabetes pada kelompok NHS dan 3914 kasus di kelompok NHS II.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawat yang mengkonsumsi lebih dari satu sendok makan atau delapan gram total minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang diet tidak mengkonsumsi minyak zaitun sama sekali.

Selain itu, untuk setiap kenaikan delapan gram konsumsi minyak zaitun, risiko terkena diabetes tipe 2 mengalami penurunan sebesar enam persen. Dalam penelitian ini, asupan minyak zaitun harian tertinggi adalah 13,25 gram pada kelompok NHS dan 20 gram pada kelompok NHS II.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa subjek yang mengonsumsi diet sehat bersama dengan jumlah konsumsi minyak zaitun lebih tinggi mengurangi risiko diabetes tipe 2 dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mengkonsumsi jumlah tinggi minyak zaitun tapi melakukan diet yang kurang sehat.

Wanita yang paling banyak mengkonsumsi minyak zaitun berasal dari kawasan Mediterania atau Eropa Selatan

Menariknya, wanita yang mengkonsumsi minyak zaitun lebih cenderung berakar dari Mediterania atau Eropa Selatan. Mereka makan lebih banyak ikan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang. Sehingga mereka memiliki BMI yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mengonsumsi minyak zaitun.

Menariknya lagi, perempuan dari Mediterania / keturunan Eropa Selatan yang mengkonsumsi jumlah minyak zaitun yang tinggi ternyata memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi asupan tinggi minyak zaitun juga tetapi bukan berasal dari kuturunan Mediterania atau Eropa Selatan. Ini bisa jadi karena mereka yang berasal dari keluarga Mediterania mungkin telah mengkonsumsi minyak zaitun sebagai bagian dari diet tradisional mereka untuk waktu yang lebih lama dari mereka yang berasal dari keluarga non-Mediterania.

Temuan lain yang menarik dari penelitian ini adalah, bahwa minyak zaitun ditambahkan ke roti atau makanan jauh lebih efektif dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2 dibandingkan dengan minyak zaitun yang dijadikan salad dressing. Penjelasan yang logis mungkin saja bahwa minyak zaitun yang ditambahkan pada makanan atau roti berasal dari minyak zaitun extra virgin tanpa tambahan apapun, sedangkan dalam salad dressing biasanya dicampur dengan bahan lainnya.

Olive Oil sebagai pengganti sumber lemak / Minyak

Dalam aspek tambahan dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa hipotetis mengganti satu sendok makan margarin dengan satu sendok makan minyak zaitun ternyata dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 5%, sementara risiko berkurang menjadi 8% ketika mengganti mentega, dan 15% ketika menggantikan mayones. Meskipun hipotesis, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2.

Meskipun penelitian ini telah memberikan bukti bahwa asupan tinggi minyak zaitun dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada wanita AS, namun penelitian tambahan masih diperlukan untuk memperkuat asumsi bahwa minyak zaitun benar-benar dapat menurunkan risiko diabetes.

Diabetes adalah lazim di 29 juta atau 9,3 persen penduduk AS, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, dan gagal ginjal, menurut National Diabetes Statistics Report, tahun 2014. Ini merupakan masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia, dimana masalah kesehatan ini akan terus meningkat dimasa yang akan datang.

Sumber: oliveoiltimes.com