Hati-Hati, Karena Inilah 3 Faktor Penyebab Anoreksia

Banyak yang bertanya, apa sih sebenarnya Penyebab Anoreksia itu. Apakah anoreksia itu sebuah penyakit yang bisa disebakan oleh faktor genetis atau keturunan’kah, sosial’kah, atau atau ada penyebabseorang anoreksia lain yang bisa menyebabkan sesorang yang asalnya hidup normal, tapi tiba-tiba kini hidup dibawah cengkraman anoreksia. Apakah ada penjelasan atau penelitian yang membahas tentang itu semua.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa hal yang sering dikaitkan sebagai penyebab anoreksia. Seperti diantaranya adalah karena faktor sosial, faktor psykologis, dan terakhir adalah faktor genetis atau keturunan. Anoreksia bukanlah sebuah gangguan makan yang bisa dihilangkan dengan kemauan semata, tapi anoreksia dikategorikan sebagai penyakit seperti halnya penyakit lainnya, mereka menampilkan proses dan juga gejala, serta pada kasus yang tertentu anoreksia bahkan bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Jadi apa sajakah penyebab anoreksia itu, simak infonya berikut ini.

3 Faktor Penyebab Anoreksia Yang Perlu Anda Waspadai

Faktor Sosial dan Lingkungan

Kondisi lingkungan memperkuat terjadinya gangguan makan seperti anoreksia, bulimia atau makan berlebihan kompulsif. Kita hidup dalam masyarakat yang berprinsip bahwa langsing atau kurus itu adalah sempurna, terlihat lebih cantik, bahkan lebih sukses, baik itu dalam karir atau perkerjaan. Ditambah  informasi-informasi yang berasal dari majalah atau koran, televisi, radio, bahkan saat berbelanja di mall sekalipun kita selalu disuguhi bahwa lemak itu buruk, lemak itu tidak indah, dan lemak itu harus disingkirkan. Hal seperti ini sebenarnya sedikitnya bisa menjadi pemicu seseorang menjadi rentan terkena anoreksia dan bulimia.

Masa remaja adalah waktu yang sangat rentan dimana seseorang bisa mengalami gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, dan salah satu contoh pemicunya adalah karena pengaruh teman sebaya. Seperti dibully atau mengalami diskriminasi karena mempunyai berat badan yang berlebih atau bentuk badan yang tidak proposional. Hal ini bisa saja menyebabkan seseorang pada akhirnya menjadi trauma berkepanjangan, dan menunjukan tanda dan gejala anoreksia seperti membenci dirinya sendiri, bahkan hingga terjadinya perubahan pemikiran dalam hal melihat bentuk tubuh dan juga berat badan dikemudian hari.

Jika Anda ingin tahu penyebab anoreksia dari faktor sosial yang paling bertanggung jawab yang bisa menyebabkan seseorang menjadi seorang anoreksia adalah gambaran bahwa seorang artis atau model harus bertubuh langsing, kurus dan sempurna. Itu mengapa cukup banyak artis atau model yang akhirnya harus berurusan dengan rumah sakit karena akhirnya dirinya menjadi seorang anoreksia, bahkan tidak sedikit dari para model tersebut yang pada akhirnya meninggal dunia karena terserang berbagai penyakit akibat anoreksia.

Sejak banyaknya kasus model yang meninggal karena badannya sangat kurus dan terkena anoreksia, maka sejak beberapa tahun lalu dunia modeling membuat sebuah peraturan bahwa siapapun yang ingin menjadi seorang model maka dia setidaknya harus mempunyai BMI – Body Mass Index diatas 18,5. Peraturan ini dibuat untuk menekan kasus kematian para model karena anoreksia, sehingga tidak ada lagi model yang berbadan terlalu kurus berjalan di atas catwalk.

Faktor Psikologis

Beberapa karakteristik emosional bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan, semuanya ini tergolong kedalam faktor psikologis yang bisa menyebabkan seseorang menjadi seorang anoreksia atau bulimia, diantaranya adalah:

• Perasaan rendah diri

• Perasaan tidak mampu atau kurangnya kontrol dalam hidup

• Depresi, kecemasan, kemarahan, stres dan juga kesepian

Sama seperti bagaimana pecandu alkohol tergantung pada alkohol, seseorang dengan gangguan seperti anoreksia dan bulimia juga menggunakan syndrome membatasi makan sebagai cara untuk mengatasi emosi yang luar biasa.

Sebagai contoh dari sekian banyak kasus penyebab anoreksia karena faktor psikologi adalah, anoreksia bisa muncul pada diri seseorang yang hidup dengan keluarga yang terlalu banyak memberikan tuntutan yang tinggi dalam hal mencapai sesuatu. lalu kemudian pada kenyataanya, ternyata orang tersebut gagal dan merasa bahwa dirinya tidak mampu dan tidak dapat memenuhi semua tuntutan orang tua yang dibebankan kepadanya.

Dari situlah bisa muncul perasaan bahwa, orang yang gagal  merasa dirinya tidak mampu lagi mengendalikan hidup mereka sendiri. Nah dengan membatasi makan yang mereka konsumsi, penderita anoreksia merasa bahwa dirinya bisa kembali memiliki kendali atas diri mereka.

Faktor Genetis atau Keturunan

Para peneliti masih terus bekerja keras dalam meneliti dan mencari kemungkinan apakah penyebab anoreksia yang diderita seseorang bisa disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Meskipun dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa para penderita anoreksia ternyata mempunyai silsilah anggota keluarga yang menderita anoreksia juga. Dari sekian banyak penelitian uji sampel gen juga ditemukan adana sinyal bahwa faktor genetik bisa saja menjadi penyebab seseorang mengalami anoreksia, namun hal ini masih belum bisa dijadikan dasar dan perlu lebih banyak lagi pembuktian.

Anorexia mempengaruhi hingga 1 persen lebih wanita, dan memiliki tingkat kematian diperkirakan hingga 10 persen atau lebih, sehingga mungkin bisa disebut penyakit kejiwaan yang mematikan. Penderita anoreksia sangat membatasi makan dan menjadi sangat kurus, namun anehnya mereka melihat diri mereka sebagai lemak yang harus dimusnahkan saat bercermin. Individu dengan anoreksia nervosa cenderung perfeksionis, cemas atau depresi, dan obsesif, kata Walter Kaye, seorang penulis studi tersebut, profesor di University of California (UC), San Diego School of Medicine dan peneliti utama dari Yayasan Harga Studi genetik Anorexia nervosa.

Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang bisa menjadi seorang anoreksia atau bulimia. Semoga dengan membaca artikel ini kita semua bisa lebih peduli dan waspada. Supaya anak, teman, atau saudara kita, tidak hidup dibawah cengkraman anoreksia. Akhir kata, semoga artikel mengenai ” Penyebab Anoreksia ” ini bermanfaat untuk kita semua.