Diet Setelah Melahirkan, Apakah Boleh?

Bolehkah Diet setelah melahirkan? Banyak ahli gizi yang berpendapat kalau ibu yang baru melahirkan sebaiknya tidak dulu melakukan diet apapun, apalagi melakukan diet yang terlalu ketat. Mengapa, karena setelah melahirkan seorang ibu mempunyai tugas dan kewajiban untuk menyusui bayinya, sehingga sangat disarankan untuk tidak melakukan pembatasan zat gizi apapun seperti halnya melakukan diet supaya tidak berpengaruh pada ASI, baik jumlah maupun kualitasnya.

Diet setelah melahirkan sebenarnya bisa saja dilakukan, tapi setidaknya ibu harus melihat dulu umur dari sang buah hati. Karena kami yakin, ibu tidak akan melakukan apapun yang bisa berdampak pada kesehatan sikecil, benarkan. Lalu, beberapa pertanyaanpun muncul, seperti: apakah diet pasca melahirkan itu bisa mempengaruhi kualitas ASI yang diberikan pada sang bayi? serta kapankah sebenarnya seorang ibu bisa melakukan diet setelah melahirkan ? Untuk mengetahui jawabannya, berikut informasinya.

Apakah Diet Setelah Melahirkan Bisa Mempengaruhi Kualitas ASI

Inilah sebenarnya paling tidak di’inginkan oleh semua ibu, yaitu berkurangnya kualitas ASI karena melakukan diet pasca melahirkan, dan ini juga yang harus diketahui oleh semua wanita, kenapa dianjurkan untuk tidak terburu-buru melakukan diet ketika sudah melahirkan. Lalu bagaimanakah menurut pandangan ahli gizi atau dokter spesialis gizi mengenai hal ini, berikut penuturannya.

Menurut salah satu Dokter Spesialis Gizi bernama, Tirta Prawitasari saat diwawancara oleh salah satu stasiun TV Swasta menuturkan bahwa:

” Diet yang melakukan penurunan atau merestriksi energi dibawah normal kebutuhan dia (sang ibu), itulah yang akan mengurangi asupan gizi. Tap kalau dia (sang ibu) makan sesuai dengan kebutuhannya, maka itu tidak akan ada penurunan kualitas maupun kuantitas ASI “

Kapankah sebenarnya seorang ibu bisa melakukan diet setelah melahirkan

Pada usia bayi 0 sampai dengan 6 bulan, seluruh kebutuhan nutrisi bayi 100% bergantung dari asupan ASI dari sang ibu. Karena kita semua tahu bahwa anjuran pemberian ASI Eksklusif pada bayi adalah dari usia 0 hingga 6 bulan. Namun disaat usia bayi sudah lewat dari 6 bulan, dimana bayi sudah mulai diperkenalkan MP-ASI dan pemberian ASI sudah mulai berkurang, maka disaat itulah sedikit-demi sedikit ibu sudah mulai bisa melakukan diet. Tapi tetap disarankan untuk tidak melakukan diet secara ketat sampai bayi benar-benar tidak lagi menyusui.

Meski begitu, tanpa dietpun sebenarnya Anda sudah melakukan proses penurunan berat badan selama menyusui. Karena dengan menyusui saja sang ibu sudah membakar setidaknya 500 kalori/hari. Lalu jangan lupa mengkonsumsi banyak sayuran dan juga buah-buahan, banyak minum air putih, serta makan makanan rendah lemak agar kebutuhan nutrisi tetap terjaga.