Diet Rendah Lemak Meningkatkan Hidup Pasien Kanker Payudara

Berita gembira bagi Anda yang mengalami kanker payudara stadium awal. Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa “Diet Rendah Lemak Meningkatkan Persentasi Hidup Pasien Penderita Kanker Payudara.” Jadi dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan lebih mengutamakan mengkonsumi lemak sehat dapat mengurangi risiko kematian dini pada beberapa wanita yang mengalami kanker payudara.

Dr Rowan Chlebowski, seorang peneliti sekaligus seorang ahli onkologi medis di Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center menuturkan bahwa diet rendah lemak tampaknya sangat membantu untuk pasien kanker payudara stadium awal dengan apa yang disebut dengan penyakit estrogen reseptor-negatif (ER-negatif). Wanita-wanita ini memiliki 36 persen penurunan risiko kematian karena penyebab apapun selama 15 tahun jika mereka makan diet rendah lemak selama 5 tahun setelah awal diagnosis mereka.


Penelitian Mengenai Pengaruh Diet Rendah Lemak Terhadap Para Pasien Penderita Kanker Payudara


Simbol Pencegahan Kanker Payudara

Dr Rowan Chlebowski juga menemukan bahwa wanita yang memiliki kanker  ER-negatif dan progesteron-reseptor negatif  (PR-negatif) memiliki pengurangan risiko kematian yang lebih besar  selama studi. Lebih dari 15 tahun, risiko kematian akibat penyebab apa pun berkurang sebesar 56 persen jika mereka makan diet rendah lemak selama 5 tahun setelah diagnosis. Perempuan dalam penelitian ini mengurangi asupan lemak makanan mereka dari rata-rata konsumsi sekitar 29 persen menjadi 20 persen untuk diet rendah lemak.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 2.400 wanita berusia 48 sampai 79 tahun. Dari jumlah tersebut hampir 1.600 wanita diantaranya memiliki kanker ER-positif, sedangkan sisanya sebanyak 800 perempuan lain ada yang memiliki penyakit ER-negatif atau ER- dan PR-negatif. Mereka semua didiagnosa menderita kanker payudara stadium awal dan menerima pengobatan antara tahun 1994 dan 2001.

Kemudian kelompok wanita ini dibagi dua, sekitar setengah dari wanita ditugaskan untuk mengikuti diet rendah lemak dan diberi konseling gizi dan diminta untuk melacak asupan lemak mereka, dan diketahui kelompok wanita ini rata-rata menurangi konsumsi lemaknya sebesar 10%. Lalu setengahnya lagi tidak diberi konseling atau disarankan untuk mengikuti diet rendah lemak, cuman para peneliti membuat panggilan tanpa pemberitahuan setiap tahunnya untuk meminta 24 jam catatan asupan lemak mereka.

Ketika Dr. Chlebowski melihat dan membandingkan hasilnya, ternyata memang kelompok wanita yang melakukan diet rendah lemak tingkat kematiannya lebih rendah, yaitu  14% berbanding 17%. Hasil ini memang tidak terlihat signifikan, namun ini adalah penelitian baru dan awal untuk masalah ini.

Studi ini melihat kematian dari semua penyebab, sehingga peneliti tidak bisa mengatakan jika diet rendah lemak secara langsung menurunkan kematian akibat kanker payudara, kata Chlebowski.

Dr. Chlebowski tidak bisa menjelaskan mengapa diet rendah lemak bisa membantu, tetapi mungkin karena diet dan penurunan berat badan in dapat mengurangi peradangan, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kanker. Selain itu Chlebowski masih mendapatkan ketidak jelasan mengapa diet rendah lemak ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi perempuan yang mengalami kanker estrogen reseptor-negatif  (ER-negatif) daripada mereka yang mengidap kanker estrogen reseptor positif (RE-positif)

Mengomentari temuan ini, Dr. David Heber, pendiri direktur UCLA Center for Human Nutrition, mengatakan:

“Ini adalah studi pertama terhadap wanita penderita kanker payudara dalam jangka waktu yang panjang untuk mengikuti diet rendah lemak untuk meneliti hasil pada pasien kanker payudara. “

Berdasarkan hal ini dan penelitian lain, Heber mengatakan nasihatnya untuk semua pasien kanker payudara adalah untuk mengurangi kalori dari lemak hingga 20 persen atau 25 persen dari seluruh kalori, dan untuk fokus pada lemak sehat, seperti omega-3 yang ditemukan dalam ikan seperti salmon dan makanan lainnya.

Dr. Anees Chagpar, profesor bedah di Yale School of Medicine, mengatakan temuan studi menunjukkan bahwa mengurangi lemak makanan adalah cara yang relatif sederhana untuk bisa mengurangi risiko kematian dini pada wanita yang menderita kanker payudara.

Dr. Chlebowski dijadwalkan akan segera mempresentasikan temuannya ini pada waktu dekat, dipertemuan kanker payudara di San Antonio.

Jadi setelah menyimak artikel ini setidaknya ada berita menggembirakan bagi para penderita kanker payudara. Dan semoga para peneliti bisa kembali menemukan cara hingga kanker payudara ini bisa benar-benar diatasi.

Semoga artikel yang berjudul “Diet Rendah Lemak Meningkatkan Persentasi Hidup Pasien Kanker Payudara” ini bisa bermanfaat untuk kita semua.