Diet Mediterania Efektif Menurunkan Berat Badan

Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa, diet mediterania efektif dan mampu menurunkan berat badan. Hal tersebut merupakan sebuah kabar yang menggembirakan dari dunia ilmu pengetahuan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan menuju proses penurunan berat badan. Penyidik dari sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa 89 pasien obesitas yang mengikuti tiga variasi diet Mediterania, dan diulang dua kali selama periode 12 bulan, tidak hanya kehilangan berat badan, tetapi mereka juga berhasil dalam mempertahankannya.

Sekitar 35,7 persen orang dewasa di Amerika mengalami apa yang dinamakan dengan obesitas. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, masalah kelebihan berat badan merupakan bahaya kesehatan utama karena meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Meskipun penurunan berat badan dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis ini, namun faktanya orang yang telah mencoba untuk menurunkan berat badan tahu kalau ini adalah sebuah perjuangan yang berat.

Penelitian Diet Mediterania Dilakukan Dalam 2 Tahap

Penelitian diet mediterania dalam menurnkan berat badan
Image credit: Lab Work by Jean Scheijen, at www.freeimages.com/photo/803092

Tentu Anda penasaran, apa dan bagaimana para peneliti tersebut melakukan penelitiannya, dan bagaimana para peneliti tersebut bisa membuat para penderita obesitas tersebut dapat menurunkan berat badannya, oleh karena itu baca sampai akhir artikel dari Diet Mediterania Efektif Menurunkan Berat Badan ini. Beerikut ulasannya:

Tahap Pertama

Dalam 20 hari pertama penelitian, subyek (para penderita obesitas) berada ditahap ketogenik, atau versi karbohidrat sangat rendah. Jadi yang pasien konsumsi selama fase ini adalah diet Mediterania dengan jumlah asupan sebanyak 30 gram karbohidrat, dan 976 kalori, dan sebagian besar berasal dari protein dan lemak. Menurut admin, mungkin yang dilakukan pada 20 hari pertama adalah diet kategonik. Diet kategonik adalah diet yang mengurangi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan lemak dan protein sehat. Tujuannya adalah mengubah metabolisme tubuh yang biasanya membakar gula jadi membakar lemak.

Selama fase penurunan berat ini, beberapa makanan yang akan dikesampingkan atau tidak dikonsumsi seperti roti, nasi, pasta, yoghurt, susu, alkohol, teh, dan kopi. Sedangkan makanan yang diperbolehkan adalah daging sapi, sapi, ikan, dingin pemotongan, unggas, dimasak dan sayuran hijau mentah, telur, keju, dan protein khusus dan makanan berserat.

Untuk mengatasi pengaruh atau efek samping dari asupan karbohidrat yang rendah, subjek (para penderita obesitas) akan diberikan ekstrak herbal untuk mencegah perasaan kelemahan dan kelelahan, membantu meningkatkan kontrol glikemik dan peningkatan sekresi empedu.

Tahap Kedua

Pada tahap kedua penelitian, yang juga berlangsung selama 20 hari, para pasien akan kembali menjalani diet rendah karbohidrat dari diet Mediterania, yaitu mereka akan mengkonsumsi makanan namun dengan porsi yang sedikit berbeda, yaitu 91 gram karbohidrat dan rata-rata 1.111 kalori. Pada akhir dua fase tersebut, para pasien tersebut rata-rata kehilangan sekitar 10 kilogram berat badannya.

Tahap Ketiga

Pada fase ketiga atau fase pemeliharaan, hingga 4 bulan kedepan para pasien akan mulai mengkonsumsi makanan dengan porsi normal dari diet mediterania yang menyediakan 261 gram karbohidrat dan kalori 1.800. Seperti semua makanan yang membentuk diet Mediterania, seperti: seluruh roti gandum, pasta, gandum, beras, kentang, telur, unggas, ikan, daging, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak zaitun, susu dan anggur.

SELENGKAPNYA BACA: APA ITU DIET MEDITERANIA

Setelah semua pasien menyelesaikan 4 bulan pada fase ketiga atau pemeliharaan, selanjutnya pasien akan kembali mengulangi dari awal lagi, yaitu menjalani 20 hari diet kategonik yang sangat rendah karbohidrat pada tahap pertama, selanjutnya 20 hari mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat pada fase kedua, dan terakhir menjalani 4 bulan fase pemeliharaan dengan menjalani diet mediterania secara normal.

Hasil penelitian dari diet mediterania

Hasil yang didapat dari penelitian yang dijalankan selama ± 1 tahun tersebut, para peneliti melaporkan bahwa rata-rata berat badan para pasien adalah 84kg, dan turun 16kg dari berat awal mereka 100kg. Bahkan diketahui telah terjadi persentase penurunan lemak yang signifikan dari para pasien diakhir penelitian.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa penurunan lemak yang signifikan terjadi saat fase pertama dan kedua, yaitu fase 20 hari sangat rendah karbohidrat dan 20 hari fase rendah karbohidrat. Selain itu diketahui bahwa, ternyata berat badan pasien tidak kembali naik saat mereka menjalani diet mediterania normal yang mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat. Selain itu, kabar baik lainnya adalah terjadinya penurunan kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, trigliserida, dan glukosa pada akhir periode 12 bulan.

Hasil yang menjanjikan penelitian ini memberikan harapan kepada 56 persen orang Amerika yang mencoba untuk menurunkan berat badannya, dan 27 persen yang mencoba untuk menjaga berat badannya, menurut angka yang dilaporkan oleh Dewan Informasi Pangan International Foundation pada tahun 2013.

Namun, penulis penelitian ini menyimpulkan bahwa 88% keberhasilan dalam menjalani diet ini adalah keseriusan dan kepatuhan dari sipenderita obesitas dalam menjalani tata cara diet ini. Mereka yang gagal mengikuti diet yang dianjurkan ini adalah karena mereka kembali ke kebiasaan makan lama mereka, sehingga berat badan mereka yang telah hilang akhirnya kembali lagi. Oleh karena itu, untuk mencapai dan mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang menggunakan pola pengobatan ini membutuhkan komitmen untuk mengadopsi diet Mediterania sebagai perubahan gaya hidup.

Semoga artikel ” Diet Mediterania Efektif Menurunkan Berat Badan ” ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.