Diet High Fat – Low Carb sangat Membantu Mengobati Epilepsi

Diet tinggi lemak rendah karbohidrat sangat membantu mengobati epilepsi. Bagi Anda yang mempunyai anggota keluarga, teman, atau mungkin saudara yang mengalami gangguan kesehatan seperti Epilepsi, mungkin berita ini akan sangat penting untuk dibaca, karena sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa diet makan yang rendah akan karbohidrat dan tinggi lemak dapat membantu mengontrol epilepsi yang sulit diobati.

Image Credit By : mojzagrebinfo. Via : http://pixabay.com/en/scale-diet-fat-health-tape-weight-403585/

Diet kategonik dan modifikasi diet atkins terbukti mampu mengurangi kejang penderita epilepsi

Sebuah tinjauan dari lima studi menemukan bahwa diet ketogenik ataupun diet Atkins yang sudah dimodifikasi, yang berfokus pada makanan seperti daging, telur, krim kental, mentega, ikan dan sayuran hijau, dapat membantu mengurangi intesitas kejang pada orang dewasa yang kondisinya tidak membaik dengan obat-obatan

“Kita perlu pengobatan baru untuk 35 persen orang pengidap epilepsi yang kejang yang tidak bisa dihentikan dengan obat-obatan,” ungkap salah seorang penulis studi, Dr. Pavel Klein yang menjelaskan dalam sebuah news release American Academy of Neurology .

“Diet ketogenik sering digunakan pada anak-anak, tetapi penelitian kecil telah dilakukan juga untuk mengetahui seberapa efektif efeknya pada orang dewasa.”

Dalam melakukan review, para peneliti menganalisis lima studi tentang diet ketogenik yang melibatkan sekitar 47 orang, dan juga meninjau lima penelitian lebih lanjut tentang diet Atkins yang dimodifikasi, yang melibatkan sekitar 85 orang.

Dari penelitian tersebut didapat hasil yang cukup menggembirakan, yaitu para peneliti menemukan bahwa 32 persen dari pasien dengan diet ketogenik dan 29 persen dari mereka yang mengikuti diet Atkins yang dimodifikasi memiliki pengurangan intesitas kejang mereka sebesar 50 persen atau lebih. Sementara itu, 9 persen dari mereka yang ikut dalam kelompok diet ketogenik dan 5 persen dalam kelompok diet Atkins yang dimodifikasi menunjukan penurunan intesitas kejang hingga 90 persen atau lebih.

Seberapa cepat manfaat dari diet ini mulai dirasakan penderita Epilepsi

Para penderita epilepsi bisa merasakan manfaat dari diet tinggi lemak ini (diet kategonik dan diet atkins yang sudah dimodifikasi) hanya beberapa hari atau seminggu setelah pasien mulai mengikuti program tinggi lemak ini. Para peneliti mencatat, hasil akan bertahan, jika orang dewasa terus mengikuti program diet ini, namun setelah pasien berhenti mengikuti atau tidak menjalankan diet ini lagi maka manfaatnyapun akan ikut berhenti. Tak ada satu pun efek samping yang serius saat menjalani program diet ini, dan paling sering dialami pasien adalah hanya masalah penurunan berat badan saja, dan bukan kenaikan berat badan, ungkap para peneliti.

Namun sayangnya ketika studi masih berjalan dan belum berakhir sekitar 51% orang-orang yang berada dalam kelompok diet ketogenik berhenti sebelum studi berakhir, dan 42 persen pada diet Atkins yang dimodifikasi juga turut dihentikan lebih awal.

“Sayangnya, penggunaan jangka panjang dari diet ini masih rendah karena mereka begitu terbatas dan rumit,” ungkap Klein, dari Mid-Atlantic Epilepsi dan Sleep Center di Bethesda, Md.

“Kebanyakan orang akhirnya berhenti diet karena masalah kuliner dan pembatasan sosial. Namun, penelitian ini menunjukkan  bahwa diet ini cukup dan sangat efektif sebagai pilihan / alternatif engobatan bagi orang-orang yang menderita epilepsi. “

Dua ahli mengatakan pendekatan diet ketogenik mungkin memiliki plus dan minus bagi pasien.

“Untuk orang-orang yang hidup dengan epilepsi dan memiliki kesulitan untuk mengontrol kejang epilepsi mereka, maka pengobatan dengan cara diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat  lebih disarankan untuk docoba daripada mencoba obat anti kejang lain” ungkap Dr Cynthia Harden, direktur North Shore-LIJ Komprehensif Care Center Epilepsi di Great Neck , NY.

“Hal ini memungkinkan pasien dan keluarga mereka untuk memiliki partisipasi penuh dalam pendekatan pengobatan dan memberdayakan mereka untuk mengelola sendiri penyakit mereka sampai pada tingkat tertentu”

Saya telah menyarankan kepada banyak pasien untuk mengadopsi diet Atkins yang telah dimodifikasi, yaitu makan makanan yang rendah karbohidrat dan tinggi akan lemak dan juga protein, sebagai alternatif pengobatan lain selain obat-obatan yang biasa,” tambahnya.

“Beberapa pasien telah mendapatkan banyak manfaat dari pendekatan diet ini, bagaimanapun, pembatasan yang terkait dengan setiap regimen diet, yang merupakan faktor, hal, atau penyebabyang mengakibatkan diet inisulit untuk diterapkan dalam jangka panjang.”

Dr David Friedman, seorang direktur Comprehensive Epilepsy Center di Winthrop-University Hospital di Mineola, NY. Dia setuju bahwa diet dapat memiliki hasil yang luar biasa pada pasien, cuman masalahnya pasien kadang suka berhenti ditengah jalan dan tidak meneruskannya.

Dr Cynthia Harden juga percaya bahwa jika lebih banyak lagi penelitian dan lebih banyak lagi dukungan bagi para penyandang epilepsi akan diet ini, maka sebenarnya akan lebih membantu masyarakat yang hidup dengan epilepsi untuk memahami mekanisme diet ketogenik dan cara-cara untuk meningkatkan pengaplikasian diet ini untuk jangka waktu yang panjang.

Semoga artikel tentang diet ketogenik ataupun diet Atkins untuk penderita epilepsi ini bermanfaat untuk Anda semua.


SUMBER BERITA: Healthfinder.gov | Milis dari situs resmi pemerintah Amerika Serikat, yang dikelola Departemen Kesehatan yang menangani masalah kesehatan dan layanan kemanusiaan