Anak Obesitas Usia Dini punya Respons Yang kuat Terhadap Gula

Studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di University of California, San Diego School of Medicine menemukan bahwa otak Anak Obesitas Usia Dini secara harfiah menyala berbeda ketika mencicipi gula, atau dengan kata lain bahwa otak anak penderita obesitas memiliki respon yang lebih kuat terhadap gula dibandingkan anak-anak yang mempunyai berat badan yang sehat.

Penelitian Respons Otak Anak Obesitas Usia Dini Terhadap Gula

Anak Obesitas Usia Dini

Menurut para peneliti, hasil temuan terbaru tersebut mendukung teori yang menyebutkan bahwa anak-anak obesitas usia dini memiliki respon yang tinggi terhadap makanan, dan pesan yang dibawa ke’otak ini sejalan dengan saat mereka menginginkan gula yang lebih.

Seorang Profesor dari departemen psikiatri di University of California, San Diego bernama Kerri Boutelle mengatakan bahwa pesan yang dibawa kembali keotak pada anak-anak penderita obesitas terdapat peningkatan jika dibandingkan anak-anak yang mempunyai berat badan yang sehat

“Bahwa kita dapat mendeteksi perbedaan otak ini pada anak-anak berumur 8 tahun adalah yang paling luar biasa dan signifikan bagian dari penelitian,”

tambah Boutelle, pendiri Pusat universitas untuk Makan Kesehatan dan Kegiatan Penelitian.

Hasil penelitian dipublikasikan secara online pada 11 desember 2014 di International Journal of Obesity. Para peneliti dari tim UC San Diego telah melakukan penelitian dengan memindai otak dari 23 anak, usia 8 sampai 12 tahun. 10 diantara mereka adalah anak obesitas usia dini, dan sisanya sebanyak 13 orang adalah anak dengan berat badan normal.

Dalam riset ini peneliti menuyuruh anak-anak tersebut merasakan seperlima sendok teh air yang telah diberi gula meja, dan menyarankan anak-anak tersebut merasakan air gula dengan cara memutar-mutar air gula tersebut didalam mulut mereka sambil memejamkan mata dan memfokuskan diri  pada rasa.

Peneliti menemukan bahwa, pada gambar otak anak-anak yang mengalami obesitas telah terjadi peningkatan aktivitas di korteks insular dan amigdala, daerah otak yang terlibat dalam persepsi, emosi, kesadaran, rasa, motivasi dan penghargaan dibandingkan anak anak yang mempunyai berat badan yang normal.

“Setiap ahli obesitas akan memberitahu Anda bahwa menurunkan berat badan itu sulit dan bahwa pertempuran akan dimenangkan di sisi pencegahan,”

kata Boutelle, yang juga seorang psikolog klinis. Jadi maksudnya adalah pencegahan akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan menurunkan berat badan

Menurut penelitian, anak-anak yang mengalami obesitas memiliki kesempatan 80 sampai 90 persen tumbuh menjadi orang dewasa gemuk. Saat ini sekitar satu dari tiga anak di Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Ini bukanlah masalah yang semena mena harus diselesaikan oleh para ahli atau peneliti saja untuk mencarikan solusinya, tapi Anda sebagai orang tua juga harus berperan aktif dalam menjaga anak-anaknya. Atau malah, jangan sampai anak Anda meniru kebiasaan makan Anda yang buruk, sehingga sang Anak pun akan tumbuh seperti Anda. Semoga bermanfaat.

Judul: Anak Obesitas Usia Dini punya Respons Yang kuat Terhadap Gula 
Sumber: health.ucsd.edu : Obese Children’s Brains More Responsive to Sugar